May 2, 2016

Review : Ada Apa Dengan Cinta 2


Resah di dadamu..
Dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini..
Dipisah kata-kata...
Begitu pula rindu...
Lihat tanda tanya itu..
Jurang antara kebodohan dan keinginanku. 
Memilikimu.....Sekali lagi. 


Saat marak - maraknya orang untuk menonton Captain America : Civil War.

Gue lebih memilih untuk menonton AADC 2 terlebih dahulu.

Karena film ini memiliki sebuah unsur yang seperti layaknya prasasti. Film ini mempunyai sejarah tahun 2002 dimana gue masih umur 5 tahun. 

Hobi gue menonton film seperti AADC dengan umur yang sekecil itu adalah penyebab film Tersanjung. Sebuah film dengan jangka waktu 7 musim yang cukup familiar bagi anak abad-20. =D

Sejak dikeluarkannya trailer AADC pada iklan Line tahun 2014. Gue merasa ini adalah film yang wajib ditonton anak abad ke-20.


Film yang berdurasi 126 menit ini pun gue habiskan bersama temen gue.

Gue merasa lega. Akhirnya gue bisa melihat film yang sebenarnya gue tunggu dari tahun 2014.

Penambahan 14 tahun pada umur Dian Sastrowardoyo (Cinta) ini tidak mengurangi rasa gemes gue. Gue merasa gemes gimana gitu melihat tingkah yang ia lakukan pada film AADC 2 ini. Plot yang gak bisa gue tebak pada pertengahan film. Dan sountrack -nya Melly Goeslaw yang membuat gue merinding dan seperti terbang menuju masa lalu.

Yang membuat gue kurang dalam film ini adalah, karena gak adanya Ladya Charil (Alya) yang gak kalah gemesnya dengan Cinta. Hahahahaha.


****

Gue setuju dengan kritik dari Bang Tirta soal pertemanan geng Cinta yang dia bahas di blognya.

Satu-satunya yang menjadi kritik gue adalah bagaimana pertemanan Cinta dkk masih terasa sedikit kasar. Untuk sebuah pertemanan yang sudah berlangsung belasan tahun, pertemanan mereka itu…apa ya? Terasa terlalu sopan.
Gue mencoba membandingkannya dengan pertemanan yang gue miliki. Gue dan teman-teman gue yang udah kenal belasan tahun biasanya udah gak pake filter kalo ngomong.
Ngomongin penampilan misalnya.
“Elo jelek banget sih, nyet?”
Langsung aja gitu. Gak usah sopan-sopan lagi.
Bukan yang..
“Cantik banget sih…”
“Ah nggak, cantikan kamu.”
“Ah, bidadari bisa aja. Cantikan kamu kemana-mana lah!”
“Cantikan kamu..”
“Kamu..”
“Kamu..”
“Cantikan lo, jablay!”
Dan pertemanan Cinta dkk itu sedikit terasa seperti itu buat gue, terlalu sopan sehingga terasa palsu.
Tapi, mengingat film ini akan diputar secara nasional, teriakan-teriakan ‘jablay’ di sebuah film nggak bagus juga.
Begitulah ucap Bang Tirta, host dari Romeogadungan.com

****
Gue gak akan spoiler tentang film ini, gue hanya ingin menceritakan tentang "perasaan" dalam film ini.

Ini tentang perasaan nostalgic yang menyelimuti diri gue.

Petikan nada gitar E dan A di lagu "Bimbang" yang menyeret kita ke dalam lautan kenangan.

Sebuah perasaan yang ketika menontonnya, gue mengingat kenangan kepada mantan.

Perasaan yang sok bergengsi saat bertemu mantan.

Perasaan sayang, bingung, senang, sedih dan marah yang dirasakan saat bertemu mantan.

Perasaan kusut yang membuat gue melakukan hal-hal konyol nan bodoh.

Mengingat beberapa kenangan pada orang - orang tertentu.
 
Beberapa orang pasti akan merasakan hal yang sama.

Seperti kata Bang Tirta, AADC bukan hanya sekedar film, tetapi sebuah mesin waktu.

Ayuk nonton Ada Apa Dengan Cinta 2 di bioskop terdekat.






No comments:

Post a Comment