July 17, 2016

Review : Koala Kumal - Melihat Patah Hati Dari Sudut Pandang yang Berbeda

Koala Kumal - Melihat Patah Hati Dari Sudut Pandang yang Berbeda


"Apabila suatu hari aku meninggalkanmu,
Apapun alasannya,
Jangan pernah membenciku,
Namun, bencilah pada perpisahannya." 

 

Film ini gue tonton pada hari kedua lebaran Idul Fitri.
Namun, karena kesibukan yang melanda karena lebaran Idul Fitri, gue baru sempet nulisnya hari ini.

Gue selalu suka dengan hal yang berhubungan dengan Raditya Dika.
Hampir semua novel dan filmnya telah gue baca dan tonton. Gue juga sudah membaca novel Koala Kumal ini sebelum film ini ditayangkan.

Bagaimanapun, gue tidak pernah puas dengan film Raditya Dika ini apabila hanya ditonton sekali. Gue selalu membeli kaset (apabila sudah ada) untuk ditonton ulang dirumah gue.

Raditya Dika ini mempunyai sebuah ciri khas dimana komedi yang dia buat itu berasa natural alias tidak dibuat-buat ataupun maksa. Dia selalu mempunyai cara yang unik untuk membuat lucu. Bukan adegan-adegan yang konyol tapi maksa seperti yang kita tonton di TV. Apalagi di filmnya yang berjudul "Single". Gue cukup terbahak-bahak dengan film tersebut.



 ****


Sinopsis:
"Dika (Raditya Dika) adalah seorang cowok yang baru saja batal menikah karena pacarnya, Andrea (Acha Septriasa) selingkuh darinya dengan cowok bernama James (Nino Fernandez). Patah hatinya membuat Dika kesulitan menulis bab terakhir dari bukunya. Suatu hari, Dika bertemu dengan cewek bernama Trisna (Sheryl Sheinafia), cewek yang unik yang membuat sudut pandang Dika terhadap dunia menjadi berbeda.

Dika pun pergi bersama Trisna, mereka menjadi semakin akrab. Trisna yang tadinya berniat membantu Dika menyelesaikan bab terakhir bukunya, menemukan sebab kenapa Dika kesulitan menulis bab terakhirnya: karena dia masih patah hati kepada Andrea. Trisna pun mencoba membuat Dika berhenti patah hati.

Trisna menyuruh Dika melakukan balas dendam kepada Andrea. Akankah Dika mengikuti saran Trisna? Kenapa Trisna sangat berniat agar Dika lepas dari patah hati yang dialaminya?"
****

Oke, Kita memasuki review.

Apa yang bakal terjadi jika kedua orang yang pernah mengalami patah hati yang cukup hebat kemudian bertemu dan malah berteman baik ?

Di film ini, cara bertemu kedua orang ini pun dibuat sangat unik. Merasa pernah mengalami hal yang sama, Trisna yang telah mengetahui apa yang terjadi dengan Dika ini pun bermaksud untuk membantu Dika untuk move-on. Bagaimanapun, orang yang pernah merasakan hal yang sama yang sanggup untuk mengerti perasaan yang dirasakan orang itu juga.

Dimana inilah momen yang paling gue suka saat menonton film karya Raditya Dika.
Raditya Dika ini bisa membuat penonton dalam 1(satu) studio bisa tertawa secara bersamaan dan hening ataupun baper dalam waktu yang bersamaan.


Didukung dengan wajah imutnya, Trisna digambarkan dengan karakter yang nyebelin tapi gemesin. Ini membuat gue merasa gemes dengan  Sheryl Sheinafia. Aktris yang biasanya terkenal dengan cara menyanyinya yang khas kemudian diisi dengan adegan komedi yang membuat gue merasa semakin takjub.
 
Jika kita merasakan patah hati, kita boleh saja terlarut dalam kesedihan, namun tidak terus-menerus. Dan setelah kejadian patah hati, kita tidak boleh malah menutup hati. Kalimat ini gue ucapkan karena adegan nyokap Dika yang mengatakan seperti ini,

"Jodoh itu bukan ditunggu, Dika. Tapi, dijemput. Kamu boleh patah hati, tetapi jangan sampai menutup hati."

Selain line diatas, film ini juga banyak memberikan pesan dan moral bagi kita yang (mungkin) kedepannya bakal/telah merasakan patah hati. Bukan hanya patah hati, bagi orang yang sedang pacaran, mungkin film inilah contoh dari bagaimana me-manage konflik dalam hubungan. Dan pastinya mengajarkan kita untuk melihat patah hati dari sudut pandang yang berbeda. =D

Ending dari film ini juga tidak ketebak. Apakah akhirnya Dika bakal dengan Trisna ? atau Dika akan balik lagi dengan Andrea ? Silahkan ditonton saja kalo ingin tau jawabannya.
Gue mah menganut anti-spoiler. :P

Demikian itulah review buat film ini dari gue.



Koala dalam Koala Kumal

Ada seekor Koala yang di tinggal di Autralia. Koala ini bermigrasi dari hutan tempat tinggalnya. Beberapa bulan kemudian, ia kembali ke hutan tempat dia tinggal, Namun, ternyata selama dia pergi, hutan yang pernah menjadi rumahnya ditebang. Si Koala kebingungan kenapa tempat tinggalnya tidak seperti dulu. Ia hanya bisa diam, tanpa bisa berbuat apapun. Melihat sesuatu yang dulu sangat di akrabinya, kemudian menjadi sesuatu yang tidak dikenalinya.

Jika anda mencocokan deskripsi koala diatas dengan film Koala Kumal ini, Anda akan menemukan arti dari film ini.

Thank you.





2 comments:

  1. Menurut gua, Koala Kumal lebih bagus dari Single sih. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin emang gue sukanya ada cerita persahabatan gitu. Hahahaha. untuk alur sih emang Koala Kumal. Tapi Single lebih lucu. Hahahaha

      Delete